Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh 1: Analisis Kemampuan Bayar Kredit Usaha Bengkel

Berikut contoh analisis kemampuan bayar kredit dari usaha bengkel Tn. Abdul Rasak. Adapun gambaran usaha yang bersangkutan adalah:
Tn. Abd. Rasak memiliki usaha bengkel “Poke Bengkel” yang didirikannya dari tahun 2013. Usahanya terletak di Jln. Sudiang Raya Makassar. Usahanya meningkat cukup pesat. Pelanggan-pelanggannya bukan hanya dari lingkungan sekitar usahanya tetapi juga dari beberapa instansi yang merasa puas dengan hasil kerjanya. Dengan peningkatan usaha yang cukup baik itu, pada tanggal 22 Juli 2017 Tn. Abd. Rasak mengajukan permohonan kredit di BPR Poke sebesar Rp.15.000.000,- yang akan digunakan untuk memperlancar aktivitas usaha yang bersangkutan. 
Setelah AO mengadakan pemeriksaan dilapangan diperoleh data dari hasil wawancara sebagai berikut :
- Kas Rp. 600.000,-
- Piutang Rp. 2.500.000,-
- Simpanan Rp. 1.500.000,-
- Persediaan bahan habis pakai/spare parts Rp. 3.500.000,-
- Tanah Bangunan Rp. 55.000.000,-
- Peralatan Bengkel Rp. 35.700.000,-
- Kendaraan Mobil tahun 2003 Rp. 25.000.000,-
- Hutang pada toko spare parts Rp. 1.500.000,-
- Laba bersih s/d akhir september 2015 Rp. 5.500.000,-
- Pendapatan Jasa Bengkel selama bulan Juni 2017 Rp. 30.705.000,-
- Biaya perbaikan dan pemeliharaan peralatan Rp. 2.500.000,-
- Biaya Gaji Karyawan Bengkel 5 orang Rp. 8.000.000,-
- Biaya pembelian bahan habis pakai/spare parts Rp. 6.500.000,-
- Biaya Listrik, Telpon, dan Air RP. 2.700.000,-
- Pembelian minyak pelumas Rp. 2.000.000,-
- Biaya Lainnya Rp. 1.000.000,-
- Biaya Rumah Tangga Rp. 3.000.000,-
Informasi lainnya :
Pendapatan dan biaya-biaya diproyeksikan naik 20 % apabila ybs. mendapatkan tambahan modal kerja berupa KMK. Selain itu istri Tn. Abd Rasak memiliki usaha "Kepo Catering" dengan rata-rata penghasilan 800.000,-/ bulan.

Kerjakan :
- Buatkan Neraca dan Laporan Rugi/Laba Usaha.
- Hitunglah Maximum Kredit yang dapat diberikan kepada Ybs.
- Hitunglah Rugi/Laba Proyeksi dan Repayment Capacity ny

Jawab:

a. Neraca dan Laporan Laba Rugi

Neraca Analisis Kemampuan Bayar 1LR Analisis Kemampuan Bayar 1

b. Maksimum Kredit yang diberikan

Maks Modal Kerja Analisis Kemapuan Bayar

c. Proyeksi Laba Rugi dan Analisis Kemampan Bayar (Repayment Capacity)

RPC1

Posting Komentar untuk "Contoh 1: Analisis Kemampuan Bayar Kredit Usaha Bengkel"